Bogor Siapkan Rp12 Miliar untuk Bus Listrik Bojonggede-Sentul

    Bogor Siapkan Rp12 Miliar untuk Bus Listrik Bojonggede-Sentul

    BOGOR - Perjalanan menuju transportasi publik yang lebih ramah lingkungan di Kabupaten Bogor tampaknya semakin dekat. Pemerintah Kabupaten Bogor memperkirakan alokasi anggaran fantastis senilai Rp12 miliar per tahun untuk mewujudkan skema Buy The Service (BTS) pada trayek bus listrik Bojonggede–Sentul. Angka ini bukan sekadar tebakan, melainkan hasil perhitungan matang yang mencakup berbagai aspek operasional.

    Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Bayu Ramawanto, menjelaskan bahwa estimasi anggaran tersebut didasarkan pada kompleksitas jarak tempuh armada, frekuensi perjalanan harian (ritase), serta biaya operasional per kilometer.

    "Untuk sementara kita hitung bus listrik itu sekitar Rp10.000 sampai Rp12.000 per kilometer. Kalau sehari bisa 300 kilometer, tinggal dikalikan saja, " ungkap Bayu di Cibinong, Selasa (07/04/2026).

    Trayek Bojonggede–Sentul yang memiliki panjang sekitar 50 kilometer ini diproyeksikan akan dilayani oleh sembilan unit bus listrik. Dengan asumsi setiap armada menyelesaikan enam rit perjalanan setiap harinya, total jarak tempuh harian dapat mencapai sekitar 300 kilometer. Skema BTS ini memungkinkan pemerintah untuk tidak perlu menanggung beban belanja modal awal pengadaan armada maupun biaya operasional langsung seperti gaji pengemudi.

    "Keuntungannya kita tidak perlu beli bus, tidak perlu menggaji pengemudi. Tinggal bayar layanan saja, " papar Bayu.

    Perhitungan ini, lanjut Bayu, masih mengasumsikan layanan gratis bagi seluruh masyarakat, di mana biaya operasional sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah melalui mekanisme subsidi. Namun, ia optimis bahwa di masa depan, penerapan tarif berbayar dapat membantu menutupi sebagian biaya operasional. "Kalau satu bus bisa menghasilkan Rp100 juta per bulan, berarti setahun Rp1, 2 miliar. Kalau sembilan bus, bisa sekitar Rp9 miliar. Itu bisa mengurangi beban subsidi, " tambahnya.

    Langkah awal penerapan skema ini adalah melalui uji coba trayek Bojonggede–Sentul yang sedang digagas oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor. Uji coba ini krusial untuk mengukur respons masyarakat, mengevaluasi efektivitas layanan, serta menjajaki potensi integrasi dengan simpul transportasi yang sudah ada. Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk memastikan pengembangan trayek baru tidak menimbulkan bentrokan dengan angkutan umum konvensional yang telah beroperasi.

    "Makanya kita uji coba dulu, supaya tidak terlalu banyak bersinggungan dengan trayek angkot yang sudah berjalan, " tegas Bayu.

    Pengembangan angkutan massal berbasis skema BTS ini diharapkan menjadi katalisator bagi masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke opsi transportasi umum yang lebih terintegrasi dan tertata rapi, memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan efisien. (PERS) 

    bus listrik bogor skema bts anggaran transportasi angkutan massal dishub bogor bojonggede-sentul transportasi publik subsidi transportasi uji coba bus inovasi transportasi
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Bogor Rintis Transformasi Digital Koperasi...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Urgensi Restorative Justice dan Rehabilitasi untuk Atasi Overkapasitas Lapas
    Kupas Tuntas Fakta di Balik Makan Bergizi Gratis Bersama Wakil Ketua BGN Sony Sonjaya
    Danpuspom TNI Buka Rakornis POM 2026, Perkuat Profesionalisme POM TNI Hadapi Ancaman Kompleks
    Kasetum TNI Buka Rakornisset, Dorong Inovasi dan Efisiensi Kesekretariatan TNI
    Panglima TNI Dampingi Menhan RI Tinjau Penertiban Lahan Tambang  di Kalteng

    Ikuti Kami